Berita
Akhir Tahun,Forum Silaturahmi Doktor Provinsi Banten Gelar Webinar Nasional

Akhir Tahun,Forum Silaturahmi Doktor Provinsi Banten Gelar Webinar Nasional

Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (FORSILADI) Provinsi Banten melaksanakan kegiatan Webinar Nasional di akhir Tahun ” Refleksi Akhir Tahun 2023 dan Outlook 2024: Resiliensi Ekonomi Melalui Interpreneurship Menghadapi Era Disrupsi”. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari/tanggal ;Rabu, 27 Desember 2023 secara virtual. Bertindak Master of Ceremony (MC) Ibu Dr Ikhfi Imaniah, M.Pd ( Wakil Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang) dan di moderatori oleh Ibu Dr. Anis Masyruroh, MT ( Warek Univ Banten Jaya-Serang). Kegiatan Webinar ini  menghadirkan para Narasumber dari para akademisi dan praktisi antara lain : DR Hamdani MM, M,Ak, M.Pd (Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis/FEB Universitas Muhammadiyah Tangerang),  DR Hj Ratu Amalia Hayani, M.Pd (Rektor Universitas Mangkuwiyata Cilogen Banten/praktisi), Dr Ratna Dewi Mulyatiningtyas, S.P, M.Si ( Koordinator Program Studi Magister Agribisnis -Universitas Islam Kadiri-Kediri Jawa Timur), Dr H. Suripto, M.Ak, CSRS (Dosen Pascasarjana Magister Universitas Pamulang/direktur GAIS Konsultan Indonesia).

Ketua DPW Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (FORSILADI) Provinsi Banten dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini kegiatan diakhir tahun 2023 dalam merefleksi dan outlook 2024 yang pertama dan kegiatan-kegiatan FORSILADI Banten yang lain yang sudah dilakukan antara lain menjalin kerjasama melalui Penandatangannan Nota Kesepahaman / Memorandum of Undertsanding (MoU) dengan Fakultas Akuntansi UNPAM, penandatanganan Nota Kesepahaman / Memorandum of Undertsanding (MoU) dengan MGBK Kota Tangerang, hal ini dalam upaya memperkenalkan eksistensi FORSILADI di Provinsi Banten, terutama dalam tri darma perguruan tinggi, sehingga dapat memberikan manfaat dan maslahat untuk kepentingan masyarakat di Provinsi Banten. DPW FORSILADI Banten ini terus berupaya menjalin kerjasama dengan instansi-instansi lain, tentunya DPW FORSILADI Provinsi Banten masih terbuka kepada para Doktor Lintas keilmuan untuk bergabung dalam memberikan masukan guna pembangunan dan perkembangan Provinsi Banten

Kegiatan Webinar dibuka langsung oleh Ketua DPP FORSILADI oleh Dr Endang Samsul Arifin, S.HI, M.Ag, dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi kepada DPW FORSILADI Provinsi Banten. Ketua DPP FORSILADI memberikan apresiasi pula terkait tema webinar yang diangkat mengenai resiliensi ekonomi Melalui Interpreneurship Menghadapi Era Disrupsi, karena hal ini kita rasakan pada saat kita menghadapi pandemi COVID-19. Dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (FORSILADI) sudah terbentuk 22 provinsi seluruh Indonesia, terus diupayakan agar seluruh provinsi FORSILADI bisa hadir di masing-masing. provinsi.

Webinar ini diikuti oleh para akademisi, para praktisi, kalangan mahasiswa/i perguruan tinggi  dari berbagai wilayah di Indonesia, yang tertarik dalam dunia enterpreneurship menghadapi era disrupsi.

Tema  webinar ini sangat menarik perhatian kita bersama terkait dengan bagaimana membangun keberlanjutan ekonomi setelah mengalami  COVID,  dalam paparan nara sumber pertama Dr Ratu Amalia mengemukakan bahwa revolusi industri 4.0, RI 4.0 mendisrupsi aktivitas  manusia maka yang dibutuhkan adalah membangun inovasi,  sama halnya paparan narasumber kedua Dr Ratna mengemukakan bahwa Pandemi COVID 19, dengan mengoptimalkan peran teknologi, dan pemanfaatan lahan yang ada sehingga dapat menjadi nilai tambah (value addde). Bagaimana Inovasi pengolahan pangan dalam memenuhi kebutuhan pasar, dan banyak dapat dikembangan tanaman pangan dan diversikasi pangan lokal dan pengembangan agroindustry dari hulu ke hilir. Narasumber ketiga Dr Hamdani selain sebagai Akademisi Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) beliau juga sebagai praktisi ekonomi syariah dan pelaku bisnis batik, mengemukakan perlu ada analisis kajian apa yang menjadi kebutuhan industri di Provinsi Banten ini, agar meminimalisir angka penggangguran terbuka, bisis perlu dibangun oleh leadership yang kuat, decision making yang mendukung, communication system, capital system dan digital system (sistem digitalisasi) dan lain-lain. Narasumber terakhir Dr H.Suripto,mengemukakan bahwa tahun 2024 masih banyak ketidapastian, IMF secara global,banyak terjadi disrupsi dan banyak pula lapangan kerja baru yang tercipta.lebih lanjut beiau menyampaikan perlu membangun social enterpreneur yang dimaknai sebagai pengusaha yang memiliki orientasi sosial, memiliki kemampuan untuk memandang masalah sosial yang dihadapi masyarakat lalu  solusi jangka panjang

 

 

Muhammad Soleh Hapudin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *