Muhasabah 1 Muharram : “Akhir Tahun: Saatnya Membersihkan Hati, Bukan Sekadar Mengganti Kalender”

Pergantian tahun bukan sekadar perpindahan waktu. Ia adalah penanda bahwa satu bagian dari umur kita telah berlalu dan tidak akan pernah kembali.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Satu tahun telah meninggalkan kita. Satu tahun lebih dekat kepada kematian. Satu tahun lebih dekat kepada hari ketika seluruh amal akan diperhitungkan di hadapan Allah SWT. Sebab sesungguhnya pergantian tahun bukan hanya tentang bergantinya angka pada kalender

Pergantian tahun adalah penging at bahwa sia kita semakin berkurang. Jatah hidup yang Allah titipkan semakin menipis. Langkah kita menuju akhir perjalanan semakin dekat. Sering kali kita bergembira menyambut tahun baru, tetapi jarang menyadari bahwa setiap pergantian tahun juga berarti satu tahun umur kita telah berlalu. Kita merencanakan banyak hal untuk masa depan, namun terkadang lupa mengevaluasi perjalanan yang telah kita lalui.Kita menghitung pencapaian dunia, tetapi lupa menghitung berapa banyak dosa yang telah diperbuat dan berapa banyak amal yang telah disiapkan untuk bekal pulang kepada Allah. Karena itulah akhir tahun seharusnya menjadi momentum muhasabah. Sebuah kesempatan untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan dan menengok ke dalam diri. Bukan melihat kesalahan orang lain, melainkan melihat kekurangan diri sendiri. Barangkali selama setahun ini kita terlalu mudah marah. Terlalu sering berprasangka buruk. Terlalu sibuk mengejar dunia hingga melupakan akhirat. Terlalu banyak menyimpan luka dan kebencian. Terlalu sedikit bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.

Dalam perjalanan hidup, banyak orang berusaha mempercantik penampilan, memperbaiki rumah, memperbarui kendaraan, dan meningkatkan status sosial. Namun sedikit yang benar-benar memperhatikan kondisi hatinya. Padahal hati adalah pusat kehidupan manusia. Rasulullah ﷺ bersabda: ” “Ketahuilah, dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Hati yang bersih akan melahirkan kejujuran, kasih sayang, ketulusan, kesabaran, dan ketakwaan.Sebaliknya, hati yang kotor akan melahirkan kesombongan, kebencian, iri hati, kedengkian, dan berbagai bentuk kemaksiatan. Karena itu, menjelang pergantian tahun, yang paling perlu diperbarui bukanlah penampilan luar, tetapi kondisi hati kita. Hati adalah tempat bersemayamnya iman. Dari hati lahir keikhlasan, kasih sayang, kesabaran, dan ketakwaan. Namun dari hati pula lahir kesombongan, iri hati, kebencian, dan dendam. Karena itu Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa baik dan buruknya seseorang sangat ditentukan oleh kondisi hatinya.

Betapa banyak orang yang rajin beribadah, tetapi masih sulit memaafkan. Betapa banyak orang yang lisannya berdzikir, tetapi hatinya dipenuhi kebencian. Betapa banyak orang yang tampak saleh di hadapan manusia, tetapi menyimpan permusuhan terhadap saudaranya. Padahal hati yang dipenuhi kebencian tidak akan pernah merasakan manisnya ketenangan. Kebencian sering kali membuat seseorang kehilangan kemampuan melihat kebaikan.Ketika hati telah dipenuhi kebencian, semua yang dilakukan oleh orang yang dibencinya akan tampak salah. Kebaikannya tidak terlihat. Jasanya terlupakan. Kekurangannya dibesar-besarkan

Muhammad Soleh Hapudin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *