Menjaga Trilogi Ukhuwah Pasca Pemilu Kepala Daerah (PILKADA) 2024

Pemilu serentak kepala daerah 2024 telah usai, namun tantangan untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat tetap menjadi perhatian utama. Dalam konteks ini, trilogi ukhuwah—ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah—menjadi sangat penting untuk dipahami dan diterapkan oleh seluruh elemen masyarakat. Ketiga bentuk ukhuwah ini tidak hanya memperkuat hubungan antar individu, tetapi juga menjaga stabilitas sosial dan politik di Indonesia. Berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103).

 

1. Ukhuwah Islamiyah.

Ukhuwah Islamiyah adalah persaudaraan yang dibangun atas dasar iman dan nilai-nilai Islam. Ukhuwah Islamiyah adalah salah satu konsep fundamental dalam Islam yang menekankan pentingnya persaudaraan di antara umat Muslim. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, ukhuwah ini berperan sebagai perekat yang menghubungkan individu-individu dengan berbagai latar belakang, namun tetap bersatu di bawah naungan iman kepada Allah SWT. Pasca pemilu kepala daerah, ukhuwah Islamiyah menjadi relevan untuk merajut kembali persatuan dan harmoni di tengah perbedaan pilihan politik yang sering kali menimbulkan gesekan di masyarakat

Secara bahasa, “ukhuwah” berasal dari kata akhun (أَخٌ) yang berarti saudara. Dalam istilah Islam, ukhuwah Islamiyah diartikan sebagai persaudaraan yang didasarkan pada keimanan kepada Allah SWT dan berpegang teguh pada ajaran Islam. Persaudaraan ini melampaui batasan geografis, budaya, atau suku, menjadikan umat Islam sebagai satu kesatuan yang saling mendukung dalam kebaikan dan menjauhi keburukan

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah bersaudara…” (Al-Hujurat: 10).

Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama Muslim, terutama setelah pemilu yang seringkali memunculkan perbedaan pendapat. Masyarakat diharapkan untuk tidak merendahkan satu sama lain, sebagaimana diingatkan dalam Al-Qur’an:”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain…” (Al-Hujurat: 11)

Setelah pemilu, penting bagi kita untuk mengedepankan sikap saling menghormati dan toleransi, serta menghindari konflik yang dapat merusak ukhuwah Islamiyah.

2. Ukhuwah Wathaniyah.

Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin mengajarkan pentingnya menjaga harmoni dan persaudaraan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan kebangsaan. Konsep ini relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam konteks pasca pemilu kepala daerah yang seringkali menimbulkan polarisasi di tengah masyarakat. Melalui ukhuwah wathaniyah, masyarakat diajak untuk mengedepankan nilai-nilai persatuan, saling menghormati, dan cinta tanah air demi keberlangsungan kehidupan yang damai.

Ukhuwah wathaniyah adalah persaudaraan yang berlandaskan rasa cinta tanah air dan nasionalisme. Dalam konteks Indonesia, ukhuwah ini sangat penting untuk menjaga keutuhan bangsa. Pentingnya ukhuwah wathaniyah juga tercermin dalam ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk bersatu dan saling mendukung dalam kebaikan. Dalam situasi pasca pemilu, masyarakat diharapkan untuk tetap bersatu dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan

3. Ukhuwah Bashariyah.

Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang dan persaudaraan universal. Salah satu aspek penting dalam ajaran Islam adalah ukhuwah basyariyah atau persaudaraan kemanusiaan. Konsep ini menegaskan bahwa manusia, tanpa memandang perbedaan agama, suku, atau ras, adalah bagian dari satu keluarga besar sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Pasca pemilu kepala daerah, ukhuwah basyariyah sangat relevan untuk menjaga harmoni dan menyatukan masyarakat yang mungkin terpecah karena perbedaan pilihan politik.

Secara bahasa, ukhuwah berarti persaudaraan, sementara basyariyah berasal dari kata bashar yang berarti manusia. Ukhuwah basyariyah adalah persaudaraan yang berdasarkan kemanusiaan, terlepas dari perbedaan latar belakang agama, budaya, atau etnis. Persaudaraan ini menempatkan manusia pada derajat yang sama sebagai ciptaan Allah SWT, sehingga saling menghormati dan membantu adalah bagian dari kewajiban moral yang diajarkan oleh Islam

Ukhuwah basyariyah adalah persaudaraan kemanusiaan yang melampaui batas agama, suku, dan ras. Dalam konteks ini, setiap individu, terlepas dari latar belakangnya, memiliki hak untuk dihormati dan diperlakukan dengan baik. Hadis Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk saling menghargai dan tidak menjelekkan satu sama lain, terutama dalam konteks perbedaan pendapat

Pasca pemilu, mari kita kembali merajut tali persaudaraan, menerima perbedaan dengan lapang dada, dan saling bekerja sama untuk membangun daerah serta bangsa ini. Jadikanlah trilogi ukhuwah sebagai pijakan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga kita mampu mewujudkan kehidupan yang penuh keberkahan.

Penulis ( Dr H. Muhammad Soleh Hapudin, M.Si/ Ketua Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (FORSILADI) Provinsi Banten, Dosen Universitas Esa Unggul, Chairman of Darussalam Foundation)

 

Muhammad Soleh Hapudin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *