Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan ajang kompetisi keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi tilawah, tetapi juga sebagai wahana internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat. Pada tahun 2025, Provinsi Banten kembali menggelar MTQ ke-XXII yang diselenggarakan di Kabupaten Tangerang pada tanggal 25 hingga 30 April 2025, mengusung tema besar: “Kita Wujudkan Masyarakat Cinta Al-Qur’an untuk Banten yang Maju Berdasarkan Iman dan Takwa.”
Pelaksanaan MTQ XXII ini tidak hanya menjadi agenda rutin pemerintah daerah dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), tetapi juga merupakan ajang silaturahmi umat, perekat ukhuwah islamiyah, dan wadah memperteguh komitmen moral masyarakat terhadap ajaran Al-Qur’an. Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan berbagai elemen masyarakat, menjadikan MTQ sebagai tonggak revitalisasi nilai iman dan takwa dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kafilah dari delapan kabupaten/kota se-Provinsi Banten, dengan mempertandingkan berbagai cabang lomba: Tilawah Al-Qur’an, Tahfidz, Tafsir, Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, Khath Al-Qur’an, hingga Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur’an (M2IQ) dan cabang lainnya
Sebagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara periodik, MTQ memiliki nilai strategis dalam memperkokoh identitas Provinsi Banten sebagai daerah yang sarat dengan khazanah keislaman, sekaligus menjadi ruang tumbuhnya generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing tinggi.
MTQ ke-XXII ini tidak hanya melibatkan kafilah dari delapan kabupaten/kota se-Provinsi Banten, tetapi juga menjadi ruang partisipasi aktif masyarakat dalam menyemarakkan syiar Islam melalui berbagai cabang perlombaan seperti tilawah, tahfizh, tafsir, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, dan khattil Qur’an.
Secara substansial, penyelenggaraan MTQ ini memiliki nilai strategis dalam pembangunan karakter masyarakat yang berlandaskan iman dan takwa. Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk (hudan), pembeda antara yang benar dan salah (furqan), serta obat bagi penyakit hati (syifa’), menjadi pedoman utama dalam membentuk pribadi yang unggul dan berintegritas. Oleh karena itu, tema yang diangkat dalam MTQ kali ini merupakan refleksi dari visi pembangunan Provinsi Banten yang tidak hanya mengejar kemajuan secara material, tetapi juga menekankan kemajuan spiritual dan moralitas publik.
Dari sisi pendidikan keagamaan, MTQ memiliki kontribusi besar dalam mendorong pembinaan generasi muda yang Qur’ani. Melalui proses seleksi dan pembinaan peserta yang berjenjang dari tingkat kecamatan hingga provinsi, kegiatan ini mampu mencetak qari’ dan qari’ah yang tidak hanya mumpuni secara teknik bacaan, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap isi kandungan Al-Qur’an. Hal ini relevan dengan arah kebijakan pembangunan sumber daya manusia Banten yang menempatkan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi dasar dalam pembentukan karakter bangsa.
Selain aspek religius dan edukatif, MTQ juga memberikan dampak sosial dan ekonomi. Kegiatan ini mampu menggerakkan sektor pariwisata religi, pelaku usaha mikro lokal, serta mempererat ukhuwah Islamiyah antar daerah. Antusiasme masyarakat dalam mengikuti pembukaan dan penutupan MTQ, serta keikutsertaan berbagai elemen ormas keagamaan dan lembaga pendidikan Islam, menjadi bukti bahwa Al-Qur’an tetap menjadi sentral dalam denyut kehidupan masyarakat Banten.
Dengan demikian, pelaksanaan MTQ Provinsi Banten Tahun 2025 di Kabupaten Tangerang merupakan tonggak penting dalam memperteguh jati diri masyarakat Banten sebagai masyarakat yang berpegang teguh pada nilai-nilai wahyu Ilahi. Semangat membangun Banten yang maju tidak akan berhasil tanpa landasan iman dan takwa. Maka, melalui MTQ ini, harapan untuk membentuk masyarakat cinta Al-Qur’an tidak hanya menjadi slogan, tetapi sebuah gerakan kolektif menuju peradaban yang berkah, adil, dan beradab
Penulis Dr H. Muhammad Soleh Hapudin, M,Si (Ketua DPW Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (FORSILADI) Provinsi Banten, Ketua Penelitian dan Pengembangan Ikatan Doktor Republik Indonesia (IDIP RI)